-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

AS dan Israel Dikabarkan Sepakat Serang Iran

Rabu, 28 Januari 2026 | 18.42.00 WIB Last Updated 2026-01-28T11:42:20Z
Foto ilustrasi. 


JAKARTA, bbiterkini.com - Amerika Serikat (AS) dan Israel dikabarkan telah sepakat untuk menyerang Iran jika diperlukan. 


Kesepakatan itu terungkap setelah pejabat militer dan kedua pihak bertemu.


Dilansir Middle East Monitor, Selasa, 27 Januari 2026, Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, mengadakan pertemuan pada hari Minggu lalu dengan para pejabat senior dari militer Israel di Tel Aviv.


Pertemuan tersebut membahas beberapa isu, termasuk situasi dengan Iran.


Pada Minggu malam waktu setempat, media Israel Channel 14 menerbitkan detail baru untuk pertama kalinya tentang pertemuan tersebut.


Menurut laporan tersebut, mereka yang hadir memiliki pandangan yang serupa dan sepakat untuk melanjutkan kerja sama erat antara kedua militer.


Selama pertemuan, para pejabat AS mengatakan, kesiapan penuh terkait Iran membutuhkan waktu dan persiapan.


Namun, mereka menekankan bahwa Amerika Serikat selalu siap untuk mengambil tindakan spesifik.


Terkait kemungkinan serangan AS terhadap Iran, Cooper mengatakan, pemikiran AS didasarkan pada pelaksanaan operasi yang cepat, mendadak, dan bersih, menurut media Palestina, Kantor Berita Ma'an.


Selain itu, para pejabat AS percaya bahwa perubahan rezim di Iran saat ini adalah kebutuhan utama.


Jika serangan terjadi, diperkirakan akan menargetkan mereka yang bertanggung jawab atas tindakan melukai warga sipil dan demonstran.


Secara terpisah, Komandan Komando Pusat AS tersebut menegaskan, Amerika Serikat berkomitmen untuk melindungi sekutunya di Timur Tengah, termasuk Israel, dan tidak akan membiarkan mereka terluka, menurut saluran televisi Israel, Channel 14.


AS Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah


Di tengah ketegangan antara AS dan Iran, Kapal Induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dilaporkan telah tiba di Timur Tengah, pada Senin, 26 Januari 2026, waktu setempat. Sehingga secara dramatis meningkatkan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.


Kapal Induk tersebut dan Kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal. Meskipun Presiden Donald Trump sejak itu mengendurkan ancaman aksi militernya terhadap Iran, ia tetap bersikeras bahwa semua opsi tetap terbuka.


"Kelompok tempur tersebut saat ini dikerahkan ke Timur Tengah untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional," ujar Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika di wilayah tersebut, dalam sebuah unggahan di media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Selasa, 27 Januari 2026.


Trump juga mengatakan, armada besar telah dikerahkan ke dekat Iran, setelah militer AS mengumumkan kapal induk USS Abraham Lincoln, beserta kelompok tempurnya, telah tiba di kawasan Timur Tengah.


Trump bahkan menyebut pengerahan itu lebih besar dari pengerahan aset militer AS ke sekitar Venezuela beberapa waktu lalu, yang berujung penggulingan dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.


"Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela," ukat Trump dalam wawancara dengan media Axios, seperti dilansir The Times of Israel dan TASS, Selasa, 27 Januari 2026.


Dalam wawancara itu, Trump mengatakan, situasi terkait Iran sedang berubah-ubah. 


Dia menekankan, dirinya telah mengirimkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut, namun juga mengatakan bahwa Teheran tertarik untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.


"Mereka (Iran-red) ingin membuat kesepakatan. Saya mengetahui itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berdialog," sebutnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.


Trump juga tidak menjelaskan lebih lanjut soal opsi yang mungkin akan dipilihnya terhadap Iran.


Awal bulan ini, Trump hampir saja memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran di negara tersebut.


Namun dia menunda keputusannya, sembari juga mengerahkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut.


Iran Beri Peringatan ke AS Lewat Mural


Iran mengancam pembalasan terhadap AS melalui sebuah mural baru, yang diresmikan di alun-alun pusat di Teheran, pada Minggu, 25 Januari 2026,waktu setempat.


Mural tersebut berisi peringatan langsung dari Iran kepada AS agar tidak mengupayakan serangan militer baru terhadap negara tersebut.


Mural tersebut, seperti dilansir Associated Press dan Al Arabiya, pada Senin, 26 Januari 2026, menampilkan sejumlah pesawat yang rusak di dek penerbangan pada sebuah kapal induk, yang bertuliskan slogan berbunyi: "Jika ingin menebar angin, Anda akan menuai badai."


Peresmian mural baru di Alun-alun Enghelab di Teheran ini bertepatan dengan pergerakan Kapal Induk AS, USS Abraham Lincoln, dan sejumlah kapal perang lainnya menuju ke kawasan Timur Tengah.


Alun-alun Enghelab biasa digunakan untuk acara perkumpulan massa yang diselenggarakan pemerintah Teheran.


Otoritas Iran biasa mengubah mural yang ada di alun-alun tersebut berdasarkan acara-acara nasional.


Komandan Garda Revolusi Iran memperingatkan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bahwa pasukannya lebih siap dibandingkan sebelumnya, dengan jari ada di pelatuk. (*/red)