BREAKING NEWS

Bau Menyengat Dikeluhkan, Pemilik Dapur MBG Mander Minta Pengelolaan Kohe Dievaluasi

Polsek Pamarayan dan Muspika Cek Lokasi Pengelolaan Kohe di Mander

SERANG, BBITerkini – Pemilik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mander, Kabupaten Serang, Sumintra, mengeluhkan bau menyengat yang menurutnya mulai tercium di sekitar lokasi dapur dalam dua pekan terakhir.

Sumintra mengatakan dapur MBG miliknya mulai beroperasi sejak Februari 2026. Lokasi dapur tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari Farm Mander.

Menurut Sumintra, pada awal operasional dirinya belum mencium bau kotoran ayam. Namun, sekitar dua pekan terakhir, Sumintra mulai mencium bau menyengat setelah aktivitas penampungan kohe berjalan.

“Awalnya memang tidak mencium bau kotoran ayam. Tapi setelah penampungan itu berjalan, sekitar dua minggu terakhir bau menyengat mulai tercium,” kata Sumintra, Minggu (20/9/2026).

Ia mengatakan bau tersebut lebih sering tercium pada siang hari dan setelah Magrib. Bahkan, menurutnya, bau masih tercium saat memberikan keterangan.

“Sekarang pun tercium bau,” ujarnya.

Sumintra mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas di sekitar dapur MBG. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kemungkinan dampak lingkungan dan kesehatan apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus.

Meski demikian, Sumintra mengatakan saat ini belum terdapat gangguan lalat di sekitar dapur MBG. Menurutnya, keberadaan lalat biasanya lebih banyak ketika memasuki musim penghujan.

“Kalau dibilang mengganggu jelas. Kami khawatir dari kondisi itu bisa membawa bakteri, seperti melalui lalat dan lainnya. Untuk sekarang lalat belum ada, tetapi biasanya saat musim penghujan ada,” katanya.

Sumintra mengaku belum pernah melaporkan keluhan tersebut secara resmi kepada pihak Farm Mander maupun instansi pemerintah terkait.

Ia berharap pihak Farm Mander meningkatkan pengawasan terhadap pihak atau vendor yang membuang maupun menimbun kohe ayam.

“Harapannya ke depan Farm tersebut bisa lebih mengawasi pihak yang membuang atau menimbun kohe ayam tersebut, agar tidak ditimbun di lokasi yang sekarang,” ujarnya.

Polsek dan Muspika Cek Lokasi

Keluhan tersebut ditindaklanjuti Polsek Pamarayan bersama Muspika Kecamatan Bandung dengan melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolsek Pamarayan AKP Yusup Ependi mengatakan petugas menemukan aktivitas pengeringan kotoran ayam. Menurut keterangan pengelola, Samani, kohe tersebut berasal dari PT Gizindo Sejahtera Jaya Farm Mander dan dikeringkan dengan campuran kapur dolomit sebelum dikemas dan dijual.

“Setiap keluhan masyarakat tentunya kami tindak lanjuti. Kami bersama Muspika Kecamatan Bandung sudah datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi dan aktivitas pengelolaan kotoran ayam tersebut,” kata Yusup.

Meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah bau dari lokasi tersebut sampai mengganggu permukiman warga. Begitu pula dengan aspek perizinan yang masih memerlukan pemeriksaan dari instansi berwenang.

“Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum ada pemeriksaan dari pihak yang memang berwenang,” ujarnya.

Pengelola selanjutnya disarankan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait untuk memastikan aspek lingkungan dan perizinan kegiatan tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber bau yang dikeluhkan Sumintra maupun status perizinan kegiatan pengelolaan kohe tersebut.

BBI Terkini membuka ruang bagi pihak Farm Mander, pengelola kegiatan, maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut.


Penulis: David Nababan 

Editor: Noval Abraham 

Pilihan Redaksi

Trending Hari Ini